Taruhan Pacuan Kuda – kuda Sejarah

Taruhan pada pacuan kuda atau pacuan kuda umumnya terjadi di sebagian besar pertunjukan berkuda. Ini pertama kali dimulai di Inggris pada akhir 1600-an selama pemerintahan Raja James II. Berjudi dengan kuda, pada waktu itu, ilegal di beberapa jalur kuda.

taruhan pacuan kuda

Dengan kedatangan William dan Mary pada tahun 1712, upaya pertama James II untuk melarang perjudian kuda gagal, dan dia dipaksa untuk melarang semua taruhan pacuan kuda juga. Untuk mendorong taruhan pacuan kuda, James II meminjam uang dari sesama bangsawan.

Tampilan:

Karena menjadi jelas bahwa upaya James II untuk mencegah perjudian kuda akan gagal, dia mulai melakukan upaya kedua. Rencananya berhasil selama beberapa tahun, sampai Revolusi Amerika terjadi. Selama periode ini, banyak orang terlibat dalam Perang Revolusi.

Ketika Perang Revolusi berakhir, pemerintah James II menyatakan bahwa taruhan pada pertandingan kuda tidak akan diizinkan. Hal tersebut tidak hanya berdasarkan agama, tetapi juga karena James II percaya bahwa olahraga pacuan kuda bukanlah masalah kehormatan. Ia juga percaya bahwa olahraga tersebut merupakan hobi berbahaya yang menyebabkan cedera pada penonton dan peserta. Pandangan ini dianut oleh kebanyakan orang di Eropa yang terlibat dalam perang.

Revolusi Amerika mengubah semua ini, dan pemerintah James II membatalkan larangan perjudian kuda. Perang Amerika untuk Kemerdekaan juga merupakan titik balik dalam sejarah taruhan pacuan kuda.

Setelah perang, ketika James II kembali berkuasa, perjudian pada kuda diizinkan lagi. Salah satu keputusan pertamanya adalah menutup banyak trek balap. Selain itu, dia melarang penggunaan uang pada taruhannya. Perubahan ini membantu meningkatkan jumlah petaruh, tetapi tidak mengubah fakta bahwa taruhan pacuan kuda masih ilegal.

Seiring bertambahnya usia James II, dia menyadari bahwa dia telah membuat beberapa kesalahan. Dalam upaya untuk meningkatkan jumlah penonton di pertunjukan kuda, ia mulai menjadi tuan rumah mereka. Hal ini, seiring dengan peningkatan jumlah penonton, mengakibatkan berkurangnya perjudian hewan di pertunjukan. Meskipun dia mencoba melarang perjudian kuda dengan kuda, dia tidak berhasil. Untuk mencegah orang memasang taruhan pada hewan dalam pertunjukan mereka, ia menerapkan praktik membayar persentase tertentu dari setiap harga tiket kepada orang yang dapat membantu membuat cacat kuda.

Lihat Lebih Banyak:

Praktik ini juga diterapkan oleh James III. Ketika James IV mulai menjabat, taruhan pacuan kuda sekali lagi lawful, tetapi terbatas pada beberapa balapan.

James IV juga melarang penggunaan taruhan untuk menentukan pemenang dalam acara olahraga itu sendiri. Pembatasan ini dicabut pada tahun 1797, ketika William IV dan John III mendirikan perusahaan baru, Komisi Perjudian Inggris. Komisi Perjudian sekarang dikenal sebagai Komisi Balap.

Selama abad kedelapan belas, Komisi Perjudian terus melakukan perubahan yang membatasi taruhan dalam acara olahraga. Salah satu aturan ini adalah setiap kuda yang berkompetisi dalam perlombaan diberi nama pada kuda, bukan pada nama pemiliknya.

Pada tahun 1812, Komisi Perjudian membuat perubahan signifikan lainnya dalam taruhan pacuan kuda ketika melarang taruhan pada setiap hewan, dari mana pun asalnya. Meskipun aturan ini tidak terlalu populer di kalangan publik, hal itu membuat banyak orang enggan bertaruh pada kuda.

Aturan lain yang diterapkan James IV adalah membatasi jumlah taruhan each orang menjadi dua. Aturan ini juga dicabut kemudian. Ketika meninggal, cucu James IV, Richard, melanjutkan tradisi yang mengizinkan lebih banyak orang untuk memasang taruhan pada setiap kudanya.

Abad kesembilan belas melihat beberapa perubahan pada hukum taruhan dan perjudian di Inggris. Perubahan ini termasuk pembentukan trek balap, bersama dengan pelarangan taruhan pada setiap hewan. Akhirnya, pada tahun 1875, Parlemen Inggris mengeluarkan undang-undang yang mengizinkan taruhan pacuan kuda di Amerika Serikat. Tidak sampai akhir sembilan belas ratus taruhan pada acara kuda disahkan di Amerika Serikat.